Indonesia Week 2018 di Nagoya: Merajut 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang

Business Network

by Author

Indonesia Week 2018 di Nagoya: Merajut 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang

Indonesia Week 2018 bakal kembali digelar di Nagoya, Jepang pada 28-30 April 2018. Indonesia Week merupakan festival kolaborasi yang bertujuan mewartakan berita baik perihal Indonesia ke seluruh dunia, salah satunya yakni Jepang.

Perhelatan yang diselenggarakan untuk kali kedua ini digagas oleh Be Indonesia, sebuah Simpul Kolaborasi yang terdiri dari berbagai perwakilan Akademisi, Komunitas, Media, Pemerintah & Pekerja Kreatif dalam semangat mencintai dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

Dewan Pembina Be Indonesia Toto Pranoto mengungkapkan, alasan kegiatan Indonesia Week kembali digelar tak terlepas dari keberhasilan kegiatan tersebut yang dihelat pada tahun 2016 lalu.

"Kalau kita lihat di Osaka kemarin, 2 tahun lalu, saya kira itu cukup berhasil, cukup banyak pengunjung, baik dari lokal, Jepang, maupun para komunitas yang ada di sana," ungkap Toto.

Managing Director Lembaga Manajemen FEB UI itu menjelaskan, pemilihan Nagoya sebagai lokasi pelaksanaan festival Indonesia Week 2018 lantaran kota tersebut bisa dibilang cukup strategis, dimana bisa mempertemukan kelompok-kelompok bisnis dan masyarakat secara lebih luas. Selain itu Nagoya juga merupakan kota di mana jumlah investor Jepang yang menginvestasikan dananya di Indonesia terbilang cukup besar mendominasi.

"Sehingga kita bisa mempertemukan para investor, atau new investor Jepang bertemu para exhibitor. Jadi tujuannya, selain mengisi peringatan kerjasama 60 tahun Jepang-Indonesia. Tentu bagaimana kita bisa mengembangkan bisnis, B2B yang lebih luas," paparnya.

Senada dengan Toto, Direktur Be Indonesia dan Ketua 2nd Indonesia Week 2018, Windu Widjaya menuturkan, pemilihan Nagoya sebagai lokasi pelaksanaan Indonesia Week 2018 lantaran secara demografis kota tersebut letaknya sangat strategis, yakni tepat ditengah-tengah antara Tokyo dan Osaka. Selain itu, jumlah WNI yang ada di Jepang paling banyak berhuni di Nagoya dan daerah sekitarnya.

"Kemudian, dari 1800 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia, hampir 30% kantornya itu ada di Nagoya," ungkap Windu.

Untuk diketahui, penyelenggaraan Indonesia Week 2018 ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata yang akan membawa Malang Amore Carnival & Kustomfest dari Yogyakarta, serta didukung pula oleh Kementerian Komunikasi & Informasi (Kominfo) yang bakal mensosialisasikan Asian Games 2018 di Nagoya, Jepang.

Adapun rangkaian kegiatan yang bakal mewarnai event tersebut di antaranya, intimate concert, culinary bazzar, live cooking demo, batik workshop dan lawasan batik display, community parade, edu talkshow, Indonesia green action for Nagoya, hingga Indonesian Embassy of Tokyo Public service & travel fair.

Sejumlah kolaborator dari Indonesia dan Jepang juga akan dihadirkan dalam Indonesia Week 2018. Dari Indonesia bakal ditampilkan Indonesia Rock Star Empire, fashion show oleh Doni Rahman, dan tarian tradisional dari Cianjur dan Sumatera Barat. Sementara dari Jepang, ada Sleaze Party, Matsumoto Machiko (Washoku Cooking Instructor), pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate, dan Taro Bali Masami San.